Senin, 12 Juli 2021

Beberapa jenis Alat Perlindungan Diri (APD), Peranan dan Faedahnya

 

APD atau Alat Perlindungan Diri sebagai satu alat yang memiliki kekuatan membuat perlindungan tenaga kerja yang berperan untuk memproteksi beberapa atau semua badan dari kekuatan bahaya pada tempat kerja dan penyakit karena kerja. Pemakaian alat perlindungan diri di Indonesia sering dipandang tidak penting oleh beberapa beberapa karyawan, karena kesadaran dan keterdisiplinan beberapa karyawan masih termasuk rendah. Walau secara tehnis APD tidak prima bisa membuat perlindungan badan, namun bisa kurangi tingkat keparahan dari kecelakaan yang terjadi. Sepatu Safety proyek Terbaik bisa menjadi solusi yang terbaik.


Berikut ini akan kami uraikan berkenaan beberapa jenis alat perlindungan diri (APD) dan peranan dan faedahnya.


Tipe-Jenis APD


Salah satunya tugas yang memerlukan APD


Berikut beberapa jenis APD yang harus ada pada tempat kerja :


1) Alat perlindungan kepala


Alat perlindungan kepala sebagai alat perlindungan yang dipakai membuat perlindungan kepala dari resiko bentrokan, keruntuhan, terserang benda tajam atau benda keras, terkena oleh radiasi panas, api, recikan beberapa bahan kimia, membuat perlindungan kepala dari kotoran debu, membuat perlindungan rambut dari bahaya terlilit oleh mesin- mesin yang berputar-putar, dan peralihan temperatur yang ekstrim.


Tipe alat perlindungan kepala terbagi dalam helm pengaman (safety helmet), topi atau tudung kepala, penutup atau pengaman rambut (hair cap), dan sebagainya.


2) Alat perlindungan mata dan muka


Alat perlindungan mata dan muka sebagai alat perlindungan yang dipakai membuat perlindungan mata dan muka dari paparan bahan kimia beresiko, paparan sejumlah partikel kecil, recikan beberapa benda kecil, panas, atau uap panas, radiasi pengion dan non-pengion, sinaran sinar, bentrokan atau pukulan benda keras atau benda tajam yang bisa menghancurkan mata.


Pemakaian alat perlindungan mata dan muka disamakan dengan tipe dan lingkungan tugas, terbagi dalam kacamata pengaman (spectacles), goggles, tameng muka (face shield), masker selam, dan kacamata pengaman dalam kesatuan (full face masker).


3) Alat perlindungan telinga


Alat perlindungan telinga sebagai alat perlindungan yang dipakai oleh karyawan membuat perlindungan alat pendengaran pada keributan atau penekanan. Menggunakan APD hal yang harus di lakukan agar tetap safety. Seperti sepatu safety, kacamata safety, helm, seragam dan lain sebagainya.


Tipe alat perlindungan telinga terbagi dalam sumbat telinga (ear socket) dan penutup telinga (ear muff).



4) Alat perlindungan pernafasan dan peralatannya


Alat perlindungan pernafasan berperan membuat perlindungan organ pernapasan karyawan dari cemaran bahan kimia, mikroorganisme, partikulat, kabut (aerosol), uap, gas dan lain-lain.


Alat perlindungan pernafasan pastikan udara yang dihirup oleh seorang berkualitas baik. Beberapa jenisnya terbagi dalam:


Masker debu (penutup mulut dan hidung)

Air-line respirator

Air-supplied suits and hood respirator dengan supply udara arahkan ke zone pernapasan karyawan

Re-breather

Constant Flow Supplied Air Mask Airline Respirator Sistem dan Full Face Gas Mask

Air-purifyng respirators yang dipakai bila udara cukup memiliki kandungan oksigen tapi tercemar zat beresiko. Alat ini mempunyai filter, catrigde atau tabung yang bisa memfilter dan hilangkan gas dan partikulat

Bak selam dan regulator (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus/ SCUBA)

Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA)

Canisters or Chemical Cartridge

Emergensi breathing apparatus



5) Alat perlindungan tangan


Alat perlindungan tangan (sarung tangan) berperan membuat perlindungan tangan dan jari-jari tangan dari bahaya bahan kimia yang gampang terabsorbsi oleh kulit, bahan kimia yang gampang terbakar, bahan kimia korosif, benda tajam, tersengat listrik, temperatur tinggi dan rendah. Bila sarung tangan tercemar, karena itu harus dibikin bersih dan dibuang selekasnya mungkin.



Penyeleksian yang pas untuk bahan sarung tangan penting untuk performa sarung tangan. Saat menentukan sarung tangan harus jadi perhatian permeabilitas bahan sarung tangan, waktu penggunaan bahan kimia, temperatur bahan kimia, ketebalan bahan sarung tangan, dan jumlah bahan kimia yang bisa diserap oleh bahan sarung tangan (dampak kelarutan). Bahan sarung tangan benar-benar bervariatif misalkan, neoprene yang bagus untuk pelindungan pada semua tipe minyak, hidrokarbon alifatik, dan pelarut tertentu yang lain, tapi tidak pas untuk dipakai saat bekerja dengan hidrokarbon wewangiantik, hidrokarbon terhalogenasi, keton, dan pelarut yang lain.


Tipe perlindungan tangan terbagi dalam sarung tangan yang dibuat dari logam, kulit, kain kanvas, kain atau kain berpelapis, karet, dan sarung tangan yang tahan bahan kimia.


6) Alat perlindungan kaki


Alat perlindungan kaki berperan membuat perlindungan kaki karyawan dari bahaya yang berada di lingkungan kerjanya seperti terkena atau bertabrakan dengan beberapa benda berat, tertusuk benda tajam, terserang cairan dingin atau panas, uap panas, terpajan temperatur yang ekstrim, curahan bahan kimia beresiko dan jasad renik, dan terpleset.


Tipe alat perlindungan kaki berbentuk sepatu keselamatan pada tugas peleburan, pengecoran logam, industri, kontruksi bangunan, tugas yang mempunyai potensi bahaya peledakan, bahaya listrik, tempat kerja yang basah atau licin, bahan kimia dan jasad renik, dan bahaya binatang.


7) Baju perlindungan


Baju perlindungan dipakai membuat perlindungan tubuh beberapa atau semua sisi tubuh dan baju yang dikenai karyawan dari bahaya suhu dingin atau panas yang ekstrim, pajanan api dan beberapa benda panas, recikan beberapa bahan kimia, cairan dan logam panas, uap panas, bentrokan (impact) dengan mesin, perlengkapan dan bahan, tergesek, radiasi, zat kimia dan mikrobiologi.


Tipe alat perlindungan badan terbagi dalam apron, jaket, rompi (Vests), celemek (Apron/ Coveralls), jas lab, full bodi suits.


8) Alat perlindungan jatuh perseorangan


Alat perlindungan jatuh perseorangan berperan batasi gerak karyawan supaya tidak masuk ke arah tempat yang berpotensi jatuh atau jaga karyawan ada pada status kerja yang diharapkan pada kondisi miring atau bergantung dan meredam dan batasi karyawan jatuh hingga tidak mengenai lantai dasar.


Tipe alat perlindungan jatuh perseorangan terbagi dalam sabuk pengaman badan (harness), karabiner, tali jaringan (lanyard), tali pengaman (safety rope), alat pencapit tali (rope clamp), alat penurun (decender), alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester), dan sebagainya.


9) Pelampung


Pelampung berperan membuat perlindungan pemakai yang bekerja di atas air atau di atas air supaya terbebas dari bahaya terbenam dan atau atur keterapungan (buoyancy) pemakai agar ada pada status terbenam (negative buoyant) atau melayang-layang (neutral buoyant) di di air.


Tipe pelampung terbagi dalam jaket keselamatan (life jacket), rompi keselamatan (life vest), rompi pengontrol keterapungan (Bouyancy Kontrol Piranti).



APD Sektor Konstruksi


Berikut alat perlindungan diri yang dipakai dalam tugas sektor konstruksi yakni :

Safety helmet, yakni APD yang berperan membuat perlindungan kepala dari bahaya seperti keruntuhan beberapa benda, terbentur benda keras yang bisa mencelakakan kepala saat bekerja.

Safety shoes, yakni APD yang berperan membuat perlindungan kaki dari bahaya seperti terkena bendabenda berat, terserang beberapa benda tajam, tertumpah beberapa bahan kimia yang bisa menyebabkan beberapa hal yang tidak diharapkan.

Sarung tangan, yakni APD yang berperan membuat perlindungan tangan dari bahaya di saat bekerja hingga terbebas dari cidera tangan seperti teriris, tergesek atau terserang beberapa bahan kimia.

Kacamata pengaman, yakni APD yang berperan membuat perlindungan mata dari bahaya yang bisa mengusik mata seperti masuknya debu, radiasi, recikan bahan kimia yang bisa berpengaruh fatal seperti kebutaan.

Penutup telinga, yakni APD yang berperan membuat perlindungan telinga dari bahaya seperti keributan di saat bekerja.

Masker, yakni APD yang berperan untuk memfilter udara yang bakal dihirup di saat bekerja hingga tidak mencelakakan pernafasan.

Perlindungan muka, yakni APD yang berperan membuat perlindungan muka supaya tidak terserang beberapa benda beresiko dan beberapa bahan kimia.


Faedah Pemakaian APD

Arah pemakaian alat perlindungan diri (APD) ialah membuat perlindungan badan dari cidera atau bahaya tugas yang bisa mengakibatkan kecelakaan karena kerja dan penyakit karena kerja. Hingga pemakaian alat perlindungan diri berguna tidak untuk jaga keselamatan karyawan tersebut tapi juga untuk orang di sekitarnya. Berikut faedah pemakaian APD:



Mengatur pajanan satu sumber bahaya pada tempat kerja.

Memberinya situasi kerja yang mendukung perasaan aman untuk karyawan. Dengan situasi keadaan yang sehat dan nyaman itu dapat meminimalkan kecapekan tenaga kerja yang disebut factor resiko berlangsungnya kecelakaan kerja.


Demikian pembahasan berkenaan beberapa jenis alat perlindungan diri dan faedahnya. Pemakaian alat perlindungan diri pada karyawan membutuhkan pemantauan yang ketat yang sudah dilakukan oleh pengawas project, jika memang perlu jika ada karyawan yang tidak memakai APD saat bekerja karena itu pengawas dapat memberinya ancaman padanya. Hal itu untuk diwujudkannya lingkungan kerja yang bagus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Know us

Our Team

Contact us

Nama

Email *

Pesan *